COLOR THEME


BACKGROUND TEXTURE


Nano Bio Ramah Lingkungan

  • Rabu, 12 Juni 2013
  • 2 Comments

Penguatan Ketahanan Pangan Indonesia dilakukan pemerintah Indonesia melalui teknologi dalam sektor pertanian. Hal ini diyakini dapat mengurangi pemakaian pupuk hingga 60 %.

“Penerapannya tidak terbatas pada proses pembudidayaannya saja, tetapi juga pada proses pasca panen yakni pengolahan dan packaging,” jelas Haryono, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan).

Micro organisme memiliki daya serap yang baik terhadap pertumbuhan tanaman. Peningkatan efisiensi akan pupuk terjadi dengan penggunaan teknologi nano bio yang ramah lingkungan dan meningkatkan nilai produksi panen.

“Daya serap tanaman nano bio ini lebih efisien terutama pada cost berupa input pertanian konvensional. Teknologi ini pun akan mengurangi pemakaian pupuk 40-60 %. Untuk peningkatan produksi, dalam prakteknya tergantung pada para petani,” tandas Haryono.

Pemanfaatan teknologi nano bio yang diperkenalkan oleh Charoonkiat Phattara Monstrisin, Presiden Nano Bio Co. Ltd pada sarasehan Pemanfaatan Teknologi Nano Bio Untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang diselenggarakan oleh Pandu Tani Indonesia di Gedung PIA Kementrian Pertanian RI, Senin (10/06) lalu, akan dititikberatkan pada ketahanan pangan seperti pupuk dan benih berkualitas.

Sedangkan menurut Charoonkiat, peningkatan 2 kali lipat dapat terjadi pada produktivitas petani serta dapat menurunkan biaya produksi hingga setengahnya. Hal tersebut telah berahasil dilakukannya pada petani di Thailand.

Diterangkan Charoonkiat, nano bio ini telah digunakan pada padi, buah-buahan seperti durian, manggis, jeruk bali, jagung, ubi, nanas. Selain itu dimanfaatkan pula pada cabai juga bisa diterapkan untuk pangan ternak seperti ayam dan usaha tambak udang.

Penggunaan nano bio ini sangat ramah lingkungan karena tidak memasukkan unsur racun tanaman seperti pestisida pada umumnya.

Perbedaan mendasar dari nano bio dicontohkan pada padi, dimana menurut Rudi Tjahyohutomo, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan, pupuk yang berbasis nano lebih lepas lambat, tersedia sepanjang masa pertumbuhan tanaman, penggunaan lebih sedikit, efisien lebih tinggi serta ramah lingkungan.

“Menggunakan teknologi nano bio ini, petani memiliki keuntungan. Karena pada dasarnya hasil produksi pertanian dapat dikurangi dan memotong biaya sebesar 50 persen, namun hasil pangan dapat ditingkatkan lebih baik serta meningkat hingga 100 persen,” jelas David K. Wiranata, Direktur Perindustrian dan Perdagangan Pandu Tani Indonesia. (ejie)

2 komentar

  • Agus Gunawan

    18 Juni 2013 | 11:56

    Acaranya oke punya, semoga dengan adanya Nano Bio yang akan dipakai oleh para petani kita di Indonesia dpt meningkatkan hasil panen yang luar biasa... aminnn

  • muh.fadli arief

    23 Oktober 2013 | 18:49

    Semoga Pupuk BioNano Mudah di Dapat di toko Tani dan Harganya Juga terjangkau. saya Mendukung Pemerintah PERTANIAN dan PATANI. SALAM HORMAT.GARUDA DI DADA KU!

Komentar




Ganti Gambar Lain